Upaya Penyembuhan Kanker Payudara Secara Alami

Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000

Penyebab-Penyebab Biologi Kanker Payudara

Kanker payudara, seperti semua kanker, pada awalnya berkembang karena kerusakan-kerusakan pada materi genetik deoxyribonucleic acid (DNA) dari suatu sel tunggal. Kerusakan-kerusakan pada helai-helai DNA dapat menjurus pada kesalahan-kesalahan kode gen, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kanker.

Faktor lingkungan adalah  factor terbesar saat ini yang  menyebabkan kerusakan DNA diantaranya adalah radikal-radikal bebas, kimia-kimia, radiasi, dan racun-racun tertentu.

Gejala klinis kanker payudara

Gejala klinis kanker payudara dapat berupa:

Benjolan pada payudara

benjolan kanker payudaraUmumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.

Erosi atau eksema puting susu

Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d’orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. Ciri-ciri lainnya antara lain:

  1.            Pendarahan pada puting susu.
  2.            Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul apabila tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang.
  3.            Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh (Handoyo, 1990).
  4. Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut:
  5.            terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara);
  6.            adanya nodul satelit pada kulit payudara;
  7.            kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa;
  8.            terdapat model parasternal;
  9.            terdapat nodul supraklavikula;
  10.           adanya edema lengan;
  11.            adanya metastase jauh;
  12.           serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.

Keluarnya cairan (Nipple discharge)

Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari puting susu secara spontan dan tidak normal. Cairan yang keluar disebut normal apabila terjadi pada wanita yang hamil, menyusui dan pemakai pil kontrasepsi. Seorang wanita harus waspada apabila dari puting susu keluar cairan berdarah cairan encer dengan warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa harus memijit puting susu, berlangsung terus menerus, hanya pada satu payudara (unilateral), dan cairan selain air susu.

Faktor-faktor penyebab kanker payudara

Faktor risiko

Menurut Moningkey dan Kodim, penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya:

  1. Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.
  2. Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas[15].
  3. Penyakit fibrokistik: Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.
  4. Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini.
  5. Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Willet dkk. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.
  6. Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.
  7. Riwayat keluarga dan faktor genetik: Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1, yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Resiko terbesar usia 75 tahun [16]

Faktor Genetik  ( Keturunan Keluarga)

Kanker peyudara dapat terjadi karena adanya beberapa faktor genetik yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya. Faktor genetik yang dimaksud adalah adanya mutasi pada beberapa gen yang berperan penting dalam pembentukan kanker payudara gen yang dimaksud adalah beberapa gen yang bersifat onkogen dan gen yang bersifat mensupresi tumor.

Gen pensupresi tumor yang berperan penting dalam pembentukan kanker payudara diantaranya adalah gen BRCA1 dan gen BRCA2.

Tindakan-Tindakan Pencegahan Kanker Payudara Lainnya

Radikal-Radikal Bebas

Radikal-radikal bebas adalah kimia-kimia yang bermuatan listrik yang dapat menyerang dan dan merusak protein-protein dan DNA, dengan demikian merubah informasi genetik. Jika cukup kerusakan terjadi pada segmen-segmen DNA dari suatu sel yang mengontrol pertumbuhan dan pembelahan sel, kanker dapat berkembang dari sel tunggal itu.

Radikal-radikal bebas dapat terbentuk oleh aktivitas metabolisme yang normal didalam tubuh. Sel-sel didalam tubuh secara kimia mengubah nutrisi-nutrisi (gula-gula, lemak-lemak, dan protein-protein) menjadi unsur-unsur yang dapat digunakan sebagai energi oleh otot-otot, otak, dan organ-organ lainnya. Perubahan-perubahan seperti ini melibatkan banyak reaksi-reaksi kimia dan beragam perpindahan-perpindahan energi diantara kimia-kimia. Selama proses metabolisme ini, radikal-radikal bebas dapat terbentuk.

Radikal-radikal bebas juga terjadi ketika sel-sel diekspos pada radiasi. Tubuh diekspos secara reguler pada tingkat-tingkat radiasi yang rendah didalam atmosfir. Tubuh juga menerima radiasi selama mammography dan tes-tes x-ray lainnya. Secara teori, tingkat-tingkat radiasi rendah ini dapat menjurus pada pembentukan radikal-radikal bebas. (Jumlah radiasi di atmosfir dan pada tes-tes X-Ray yang dilaksanakan secara hati-hati adalah umumnya dipertimbangkan aman).

Untungnya, suatu tubuh yang sehat dilengkapi dengan baik untuk menghancurkan radikal-radikal bebas dan mencegah sel-sel dengan DNA yang rusak menjadi bersifat kanker. Tubuh mampu dengan cepat mengenali dan menghancurkan radikal-radikal bebas. Contohnya, tubuh mempunyai suatu enzim yang disebut superoxide dismutase yang secara teratur membersihkan radikal-radikal bebas dan mencegah mereka merusak sel-sel dan protein-protein. Tubuh dapat memperbaiki kerusakan DNA yang disebabkan oleh radiasi atau radikal-radikal bebas. Tubuh juga mampu dengan cepat menghancurkan sel-sel yang mempunyai kerusakan DNA yang tidak dapat direparasi untuk mencegah mereka menjadi bersifat kanker. Sistim imun juga mencari sel-sel dengan kerusakan DNA dan menghancurkan mereka.

Bagaimanapun, suatu beban yang berlebihan dari radikal-radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada sistim yang menghancurkan radikal-radikal bebas dan kerusakan pada sistim-sistim perbaikan DNA. Kerusakan ini atau suatu sistim imun yang melemah dapat menyumbang pada perkembangan kanker.

Antioksidan-Antioksidan

Antioksidan-antioksidan adalah kimia-kimia yang mencegah suatu tipe dari reaksi kimia yang disebut oksidasi. Oksidasi adalah suatu sumber utama dari pembentukan radikal bebas. Antioksidan-antioksidan juga membersihkan radikal-radikal bebas yang terbentuk. Superoxide dismutase adalah suatu contoh dari suatu enzim yang bekerja seperti suatu antioksidan. Antioksidan-antioksidan yang terjadi secara alamiah lainnya termasuk beta carotene, vitamin E, dan vitamin C. Buah-buahan dan sayur-sayuran adalah aman dan sumber-sumber yang kaya antioksidan-antioksidan. Suatu unsur yang kontroversi adalah caffeine. Pada beberapa studi-studi labor, caffeine bekerja seperti suatu aktioksidan yang membersihkan radikal-radikal bebas. Pada saat ini, tidak ada bukti bahwa caffeine atau kopi mempengaruhi risiko kanker payudara. Juga, beberapa unsur-unsur yang mengandung caffeine, seperti teh, telah kelihatannya menunjukan mengurangi risiko-risiko kanker.

Diet untuk mengurangi risiko kanker payudara

Secara teori, ada tindakan-tindakan diet yang dapat menurunkan pembentukan (formation) radikal bebas dan mengurangi risiko mengembangkan kanker payudara dan tipe-tipe lainnya. Tindakan-tindakan ini adalah:

  • diet-diet yang kaya dengan sayur-sayuran dan buah-buahan,
  • diet-diet yang rendah lemak-lemak, dan merah dan daging-daging yang terlalu lama masaknya,
  • masukan yang memadai dari antioksidan-antioksidan seperti vitamin-vitamin E dan C,
  • latihan secara reguler dan penurunan berat badan, dan
  • menghindari rokok-rokok.

OLAH RAGA

Ada data secara epidemiologi yang menunjukan bahwa wanita-wanita yang melakukan latihan/olahraga secara reguler mempunyai suatu kejadian kanker payudara yang lebih rendah dari wanita-wanita yang tidak melakukan latihan/olahraga. Sebab untuk manfaat itu tidak diketahui, namun itu mungkin dihubungkan dengan fakta bahwa individu-individu yang gemuk mempunyai tingkat-tingkat estrogen yang lebih tinggi didalam tubuh dari pada orang-orang yang tidak gemuk. Tingkat-tingkat estrogen yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita-wanita gemuk.

Pengobatan Herbal Alami Kanker Payudara

Ratusan riset ilmiah telah di lakukan para saintis bidang kesehatan  untuk mendapatkan kandungan Proxeronine dan  mereka menemukannya dalam buah Noni Tahiti, Zat tersebut berhasil merevitalisasi & meregenerasi Sel yang telah mati hingga berfungsi lagi, secara alami mampu meningkatkan sistim kekebalan tubuh seseorang, meningkatkan fungsi dari sel dan memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh, baik yang diakibatkan berbagai penyakit atau proses penuaan. Mampu melawan kanker payudara ganas dan berfungsi sangat baik dalam penyembuhannya.

Tahitian Noni Juice bermanfaat untuk kanker payudara  karena  Tahitian Noni Juice bekerja ditingkat selular. Lebih jauh lagi dipercaya bahwa Tahitian Noni Juice meningkatkan struktur selular yang di hancurkan oleh kanker payudara.

Beberapa penelitian lain telah dilakukan di laboratorium-laboratorium untuk menegaskan kemampuan Tahitian Noni Juice untuk melawan kanker payudara.  Dalam suatu penelitian, empat orang ilmuwan dari Jepang menyuntikkan sel ras (sel yang menjadi pemicu bagi pertumbuhan yang merusak) dengan substansi yang disebut damnacanthal yang ditemukan dalam Tahitian Noni Juice.

Mereka mengobservasi bahwa pemberian damnachantal ternyata menghambat reproduksi sel ras secara signifikan. Damnachantal adalah suatu substansi didalam Tahitian Noni Juice yang di percaya sebagai agen anti kanker.

Sebagai tambahan, riset telah membuktikan bahwa Tahitian Noni Juice merangsang tubuh untuk mereproduksi element-element yang melawan kanker seperti nitrix oxide, interleukin (mediator sistem imunitas yang dibuat oleh dan mempengaruhi limfosit-red), interferon (sitokin yang mencegah terjadinya super infeksi oleh virus lain – red), faktor nekrosis tumor, lipopolisakarida dan sel-sel pembunuh alami.

Dipercaya juga bahwa Tahitian Noni Juice mempunyai fungsi pencegahan dan perlindungan terhadap kanker pada tahap inisisasi, yang merupakan fase pertama pada pembentukan kanker. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mian-Ying Wang, M.D. di Fakultas Kedokteran Universitas Illionis, Rockford, menunjukan bahwa tikus yang diberikan 10% Tahitian Noni Juice selama seminggu dan kemudian disuntukan sel DMBA (agen penyebab kanker) , mempunyai bercak tambahan DNA (suatu tes untuk melihat keabnormalan DNA) yang secara signifikan lebih sedikit di bandingkan dengan tikus yang juga disuntukan DMBA namun hanya diberi air. Semakin sedikit jumlah bercak tambahan DNA, semakin tinggi perlindungan terhadap kanker. Tikus yang diberi Tahitian Noni Juice mempunyai 50% bercak DNA lebih sedikit di paru-paru, 60% lebih sedikit di jantung, 70% lebih sedikit di lever, dan 90% lebih sedikit di ginjal. Tahitian Noni Juice telah terbukti memiliki kemampuan anti oksidan. Hal ini berarti dapat mengikat radikal bebas yang terdapat dalam tubuh. Radikal bebas dapat merusak sel dan membentuk sel kanker.

Banyak yang berpendapat bahwa aktifitas anti oksidan adalah fungsi penting dari Tahitian Noni Juice dan salah satu alasan mengapa begitu banyak orang sukses dalam melawan kanker dengan Tahitian Noni Juice. Dari 27.000 pengguna Tahitian Noni Juice dalam survey Dr.Neil Solomon  2.365 orang menderita berbagai jenis kanker. Dari jumlah ini 60% dari mereka berhasil mengalami kemajuan kesehatan yang luar biasa.

Dosis penggunaan Tahitian Noni Juice

untuk Terapi Kanker Payudara

Dalam riset Dr.Neil Solomon  juga menemukan “RESEP NONI” yang telah digunakan oleh para pasien penderita kanker untuk meningkatkan energi tubuh mereka secara maksimal. Resep ini datang dari rekan sejawat dari profesional media, Orlando Pile, M.D. Resepnya sebagai berikut:

Tahap 1: 1 Liter  Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari pertama

Tahap 2: ½ Liter Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari berikutnya

Tahap 3 : 240 cc Tahitian Noni Juice sehari selama 30 hari berikutnya atau

Tahap 4: 105 cc untuk selanjutnya.

Tahitian Noni Juice menjadi “ The Top Ten Cancer Treatment” yang direkomendasikan Asosiasi Dokter Kanker Amerika Serikat.

Diambil dari buku NONI JUICE (How Much, How Often, For What Edisi Keempat – mencakup informasi lebih dari 27.000 pengguna noni juice ) karya dr. Neil Solomon, MD, PhD beliau adalah seorang Dokter di Johns Hopkins Hospital dan juga seorang penulis bestseller dalam daftar New York Times, mendapatkan Schwentker Award bagi pencapaian yang istimewa di bidang riset Beliau juga pernah menjabat sebagai sekretaris Bidang Kesehatan dan Kebersihan di Maryland, Mengabdi pada komisi kegubernuran dan bertindak sebagai penasehat kesehatan bagi gubernur dan Presiden AS. Selama 18 tahun beliau telah menulis kolom kesehatan bersindikasi dunia bagi Sindikat Los Angles Times. Saat ini dr. Solomon bekerja sebagai konsultan nutrisi global bagi perusahaan, organisasi non-pemerintahan pada PBB dan WHO.

Dan dalam bukunya Beliau hanya merekomendasikan dan menggunakan Tahitian Noni Juice dalam penelitiannya.

PATENT UNTUK KANKER

  • Preventative and Treatment Effects of Morinda Citrifolia as a Colon Cancer Cell Growth Inhibitor. US Patent, July 2006, No. 7.070.813
  • Morinda Citrifolia dan Methylsulfony Methane. Yang digunakan sebagai formula dan methode dalam perawatan kanker payudara. Telah dipatenkan di Australia pada Mei 2007, no. 2004272108

3 Langkah Cara Kerja Tahitian Noni Bioaktif di dalam Melawan Kanker


1.
Kandungan Alizarin : Secara alami akan mendeteksi sel kanker/tumor yang DNA-nya berbeda dengan DNA tubuh kita, selanjutnya Alizarin akan memutus aliran darah & Nutrisi ke Sel Kanker/Tumor sehingga dalam waktu tertentu Jaringan kanker akan kering/mengecil/luruh dan mati.

2. Kandungan Damnacanthal : Zat Anti Kanker dan Anti Biotik alami berfungsi menjaga organ tubuh yg belum terserang kanker utk menolak kanker sehingga kanker tidak menyebar dan menghentikan perkembangan Kanker ke stadium lanjut.

3. Kandungan Proxeronine :

Tahitian Noni Bioaktif mengandung zat yang disebut PROXERONINE yang merupakan bahan baku dari alkaloid XERONINE. PROXERONINE dalam Tahitian Noni Bioaktif diserap oleh tubuh dan diolah menjadi XERONINE dengan menggunakan enzim PROXERONINASE dan SEROTONIN yang ada di dalam tubuh.

Sel Normal Penuh Xeronine

Sel Normal Penuh Xeronine

XERONINE merupakan alkaloid hidup yang akan diserap oleh sel-sel tubuh. XERONINE mengaktifkan kembali sel-sel yang mati sehingga proses respirasi dari sel kembali berjalan, nutrisi yang kita konsumsi akan diserap sempurna dan kotoran dari sel akan dikeluarkan dari tubuh sehingga sel-sel yang sakit akan disehatkan. Tahitian Noni Bioaktif akan menyeimbangkan atau menormalkan kembali fungsi tubuh.

Tahitian Noni Suply Xeronine ke dalam Sel

Tahitian Noni Suply Xeronine ke dalam Sel

According to Dr. Ralph Heinicke’s research, Xeronine helps to enlarge the pores in the walls of human cells and enable nutrients to enter the cells more easily.

(Merujuk pada hasil penelitian Dr. Ralph Heinicke, Xeronine membantu untuk memperbesar pori-pori dinding sel tubuh manusia yang memungkinkan nutrisi dapat masuk kedalam tubuh dengan lebih baik)

Tahitian Noni Bioactive Beverages untuk Kanker Payudara

“ProXeronine” dalam buah Noni Tahiti,
berhasil menghentikan penyebaran kanker payudara ganas,
mematikan sel kanker payudara serta menyembuhkannya tanpa operasi
dan mungkin akan membuat hidup anda menjadi lebih panjang…

Detil produk Tahitian Noni Untuk Terapi Kanker

Beli  Terapi Kanker Tahitian Noni

Share